Pembahasan terkait dampak dari blue light terhadap mata kita, akhir-akhir ini mendapatkan banyak perhatian. Semakin sering dan semakin lama kita berada di depan layar monitor, smartphone, atau tablet, kita dapat semakin terekspos oleh blue light. Tetapi sebenarnya, apa itu blue light, dan apa efeknya terhadap mata kita?
Apa itu Blue Light?
Blue light adalah jenis cahaya high-energy visible (HEV) dengan wavelength pendek dan frekuensi tinggi, serta merupakan warna dalam spektrum cahaya yang dapat dilihat mata manusia. Dapat dibilang ringan dengan wavelength dalam kisaran 500nm hingga 381nm. Wavelength yang visible dan non-visible ini diukur dalam nanometer (nm), dan secara umum, semakin pendek wavelength-nya, maka semakin tinggi energinya. Oleh sebab itu, karena wavelength yang pendek, blue light dapat menjadi lebih energetik. Blue light ada di dalam cahaya alami tetapi juga dipancarkan oleh perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan layar komputer.
Blue light adalah bagian dari spektrum yang visible, mulai dari merah hingga ungu. Namun, blue light lebih pendek dari warna lain dalam spektrum. Wavelength 400-490nm dapat merusak retina, dan rentang spektral 415-455 nm mungkin merupakan cahaya yang paling merusak. Wavelength pendek ini memiliki arti bahwa blue light memiliki energi yang lebih tinggi daripada warna lain. Akibatnya, blue light dapat menembus lensa kristal dan menyebabkan kerusakan pada mata, yang membuatnya berpotensi bahaya bagi mata kita.
Mengapa Mata Kita Terdampak oleh Blue Light?
Paparan blue light telah terbukti memengaruhi mata kita dari waktu ke waktu secara negatif. Blue light dapat menembus kornea dan mencapai retina, bagian belakang mata. Bagian tersebut berisi sel-sel yang merespon cahaya dan merupakan lapisan sensitif jaringan di bagian belakang mata yang berisikan sel-sel peka cahaya yang disebut fotoreseptor. Retina kita mentransmisikan sinyal visual ke otak, yang memungkinkan kita untuk melihat.
Paparan blue light dapat menyebabkan ketegangan mata, sekelompok gejala yang dapat mencakup yaitu mata kering, mata terasa terbakar, penglihatan kabur, kepekaan terhadap cahaya, sakit kepala, atau sakit leher dan bahu. Pola tidur kita juga dapat terganggu oleh blue light karena penekanan hormon melatonin. Melatonin bertanggung jawab untuk mengatur siklus tidur-bangun kita.
Paparan blue light dari waktu ke waktu dapat meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia, yang merupakan penyakit mata progresif yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina. Hal ini diyakini bahwa cahaya biru dapat merusak sel-sel retina dengan menyebabkan stres oksidatif, yang dapat berkontribusi pada perkembangan degenerasi makula terkait usia.
Apa yang Dapat Dilakukan untuk Melindungi Mata dari Blue Light?
Kita dapat melindungi mata dari blue light dalam beberapa cara. Salah satu cara yang paling mudah yaitu membatasi screen time atau istirahat secara berkala ketika menggunakan perangkat 3C. American Optometric Association merekomendasikan aturan 20-20-20, yaitu istirahat selama 20 detik setiap menggunakan layar selama 20 menit dan menoleh untuk melihat tempat lain sejauh 20 meter.
Cara lain untuk mengurangi paparan blue light adalah dengan memilih monitor atau PC All-in-One yang memiliki lebih sedikit blue light atau menggunakan filter blue light pada perangkat elektronik. PC All-in-One MSI, seperti Modern AM242 / AM272 series atau PRO AP242 / AP243 / AP272 series, hadir dengan fungsi less blue light yang dapat dengan mudah diaktifkan dan dinonaktifkan berdasarkan preferensi Anda. Selain itu, MSI Display Kit adalah software yang dapat diunduh untuk memfilter blue light pada monitor atau PC All-in-One MSI.
Kita juga dapat melindungi mata dari blue light dengan kacamata yang memiliki filter blue light. Kacamata ini memiliki lensa yang didesain secara khusus untuk menghalangi blue light dan dapat dipakai ketika menggunakan perangkat digital.
Kesimpulan
Blue light adalah cahaya berenergi tinggi yang visible dan dapat berdampak negatif pada mata kita. Paparan blue light yang terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan mata, mengganggu pola tidur kita, dan meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia. Namun, beberapa cara untuk melindungi mata kita dari blue light termasuk membatasi screen time, memilih monitor atau PC All-in-One MSI dengan teknologi less blue light, atau memakai kacamata dengan filter blue light. Mengambil langkah-langkah sederhana ini, kita dapat mengurangi paparan blue light dan melindungi mata kita dari potensi kerusakan.