Technical Brief: Arsitektur Hybrid Agentic AI melalui Nemotron 3.5 Lightning dan NeMo Switchyard
AIoT Solutions

1. Overview Sistem: Paradigma "Systems of Models"
Benefit Arsitektur Utama:
- Higher Accuracy: Pemanfaatan kemampuan model optimal untuk setiap langkah alur kerja tertentu.
- Better Efficiency: Model khusus yang lebih kecil menangani tugas-tugas volume tinggi; model frontier menangani kompleksitas.
- Lower Latency: Response time yang berkurang di seluruh alur kerja agentic multi-step.
- Security & Data Sovereignty: Aturan perutean yang dapat dikonfigurasi dapat menetapkan data sensitif secara ketat (misalnya, informasi pelanggan, angka keuangan, atau kode sumber yang dilindungi)
2. NVIDIA Nemotron 3.5 Lightning
Arsitektur & Kemampuan Model:
- Architecture: Mixture-of-Experts (MoE) dengan 30 miliar parameter total dan hanya 3 miliar parameter aktif per token.
- Lineage: Disuling dari model Nemotron 3 Ultra frontier NVIDIA untuk mempertahankan kemampuan agen dalam ukuran yang lebih kecil.
- Optimization: Dirancang untuk harness agen populer; menghadirkan akurasi terdepan dalam coding, tool calling, instruction following, dan multi-turn workflows.
- Customizability: Sepenuhnya open dan customizable, memungkinkan organisasi untuk melatih ulang model pada proprietary data untuk tugas khusus.
Target Penyebaran Hardware:
- MSI EdgeXpert berdasarkan NVIDIA DGX Spark (GB10)
- MSI XpertStation WS300 berbasis pada NVIDIA DGX Station (GB300)
- Scalable hingga NVIDIA DGX SuperPOD (H100/B200) untuk setup hybrid.
3. NVIDIA NeMo Switchyard
Core Functionality:
- Automatic Routing: Bertindak sebagai open-source routing library yang memilih model terbaik yang tersedia untuk setiap langkah dari alur kerja agen dari kumpulan yang ditentukan pengguna (campuran model closed dan open).
- Zero-Configuration Start: Termasuk algoritma built-in starter routing yang bekerja langsung tanpa out-of-the-box training data, fine tuning, atau konfigurasi kompleks yang diperlukan.
- Autonomous Improvement: Model perutean menjadi lebih pintar seiring waktu; data penggunaan dari jalur agen secara otomatis meningkatkan keputusan perutean tanpa pelatihan ulang manual.
Integration Modes:
- Standalone server
- Lightweight Python library
- Tertanam secara native di dalam harness agen (melalui gateway LLM atau ISP).
4. Operational Workflow Logic
- Observation: Agen menemui langkah tugas (misalnya, perencanaan, coding, verifikasi).
- Evaluation: NeMo Switchyard mengevaluasi konteks query terhadap kekuatan model yang tersedia.
- Routing Decision:
- High-Volume/Specialized Tasks: Routed ke Nemotron 3.5 Lightning lokal untuk efisiensi dan privasi (misalnya, routine classification, data extraction).
- Complex Reasoning Tasks: Routed ke Frontier Model ketika kemampuan khusus terlampaui.
- Execution & Feedback: Model yang dipilih memproses permintaan. Performance telemetry memberi feedback ke Switchyard untuk memperbaiki keputusan perutean di masa depan.
5. Kasus Penggunaan Industri
- Personal Agents: Mengelola email, kalender, project, dan booking secara lokal di DGX Spark/RTX Spark.
- Software Development: Penyimpulan PR, klasifikasi kode, dan penanganan tes.
- Financial Services: Ekstraksi data dari dokumen, pemeriksaan aturan kebijakan, pemantauan sinyal risiko, dan pembuatan ringkasan.
- Cybersecurity: Peningkatan peringatan, klasifikasi insiden, pencarian log, validasi kontrol, dan finding preparation.
- Telecom & Healthcare: Penanganan alarm network/menjawab billing queries (Telecom); mengotomatiskan scheduling/billing/standardized comms (Healthcare Admin).
6. Hasil & Bukti Performa
- Harvey Legal: Mengurangi biaya inferensi model lebih dari 10 kali lipat dengan memasangkan Switchyard dengan model Nemotron post-trained yang disesuaikan untuk domain hukum mereka.
- Applied Compute: Mencapai pengurangan 25% dalam biaya model keseluruhan dan mempertahankan akurasi frontier-level pada benchmark SWE-bench Verified melalui perutean cerdas.