Masuknya perangkat dan aplikasi baru yang terus menerus, membuat persaingan bandwidth menjadi sengit. Sementara, meningkatkan bandwidth yang tersedia jelas merupakan kebutuhan dalam lanskap digital saat ini, network traffic management yang efektif juga menjadi lebih penting dari sebelumnya. Itulah mengapa fitur QoS dirancang – untuk memastikan pengalaman terhubung yang stabil dan tanpa gangguan, bahkan ketika mendekati kapasitas jaringan/bandwidth.
Mari cari tahu lebih banyak mengenai QoS dan mengapa QoS kesulitan, sebelum melanjutkan ke detail tentang penerusnya.
Apa itu QoS dalam networking?
Jika Anda berbelanja router atau menjelajahi halaman admin router Anda, Anda akan menemukan istilah QoS atau Quality of Service.
QoS mengontol prioritas traffic dengan cara memastikan traffic yang lebih penting dapat melewati prioritas. Bagi pengguna, ini secara teoretis merupakan pengalaman jaringan yang stabil dan konsisten untuk berbagai aplikasi real-time.
Misalnya, jika sebuah router disajikan dengan pilihan untuk mengirimkan paket untuk panggilan suara atau halaman web, ini berarti router harus memprioritaskan paket traffic panggilan real-time untuk memastikan komunikasi sejernih kristal.
Penting untuk diperhatikan bahwa QoS hanya dapat membantu jika bottleneck terjadi di router (atau titik akses jaringan).
Tantangan Teknik QoS Saat Ini
Meskipun kami telah melihat fitur QoS secara dramatis meningkatkan kinerja aplikasi real-time di masa lalu, perangkat networking mulai kesulitan melayani banyak perangkat bahkan di home setting.
Klasifikasi Menjadi Lebih Sulit
Di masa lalu, meskipun klasifikasi menantang, teknik seperti marking dan queuing dapat mengarahkan traffic. Namun, pertumbuhan yang cepat dari kedua jenis perangkat dan aplikasi yang terhubung ke jaringan telah membuat ini menjadi tugas yang menantang. Fitur QoS tradisional sekarang mengalami kesulitan memprioritaskan traffic yang tepat.
Meskipun beberapa manufaktur telah mengadopsi cara untuk mengatasi tantangan ini, seperti menggunakan teknik Deep Packet Inspection (DPI), mereka memiliki masalahnya sendiri. Di sini, router memeriksa setiap paket yang melewatinya – memungkinkannya (secara teoritis) membaca setiap paket komunikasi. Tetapi tingkat pengawasan dan invasi ini membuat pengguna tidak nyaman karena masalah terkait privasi.
Konfigurasi Ideal QoS Bermasalah
Konfigurasi QoS yang ‘kurang ideal’ dapat menyebabkan latensi tinggi, kecepatan rendah, dan pengalaman pengguna yang buruk secara keseluruhan. Mengonfigurasi fitur dengan benar memang memerlukan tingkat keterampilan dan pengetahuan teknis tertentu yang mungkin terlalu banyak diminta oleh pengguna rata-rata yang hanya ingin menjelajahi web tanpa repot.
Alasan lain mengapa konfigurasi QoS tradisional merupakan tugas yang menantang adalah banyaknya aplikasi yang tersedia untuk pengguna saat ini. Jika Anda, katakanlah, mengonfigurasi jaringan Anda untuk kinerja streaming video yang lebih baik, sesi gaming Anda mungkin akan terganggu. Hampir tidak mungkin menemukan konfigurasi QoS one-size-fits-all yang secara efektif akan melayani jaringan rata-rata saat ini.
Memperkenalkan AI QoS MSI
Jajaran Router Gaming RadiX MSI dilengkapi dengan AI QoS, yang meningkatkan fitur QoS asli. Hal ini tidak hanya memastikan pengalaman jaringan yang stabil dan tidak terputus seperti yang dimaksudkan fitur QoS tradisional, tetapi juga membuatnya mudah digunakan untuk pengguna!
Fitur AI QoS memberi Anda akses ke 4 mode broad –
- Gaming
- Streaming
- Work From Home
- AI Auto
Seperti namanya, setiap mode telah dilatih untuk mengenali aktivitas jaringan senama – memungkinkan router untuk mengoptimalkannya secara aktif.
Contohnya, jika Anda menggunakan mode Gaming, router akan mengidentifikasi paket kecil data yang merupakan karakteristik aktivitas gaming melalui jaringan dan menandainya untuk memastikannya terkirim dengan delay minimal. Faktanya, kami telah melihat pengurangan ping hingga 90% saat menggunakan mode Gaming!
Jika Anda bertanya-tanya, apa yang dilakukan AI Auto. Sekali lagi, seperti namanya, ini adalah peralihan ke mode ‘balanced’, memprioritaskan traffic yang menurut algoritme AI lebih penting (lebih real-time/kritis) daripada yang lain – mempercepat transmisi dan pengirimannya.
Mari jelajahi cara kerja MSI AI QoS
Klasifikasi Traffic dan Marking
Model AI di belakang AI QoS MSI telah terlatih untuk data flow behavior (menggunakan faktor variasi ukuran paket, bursts, distribusi, dll.) untuk memprediksi kategori traffic secara akurat. Setelah mengidentifikasi paket time-critical, mereka diklasifikasikan dan ditandai sehingga router dapat mengarahkan paket tersebut ke tujuannya tanpa penundaan.
Meskipun metode serupa juga digunakan oleh teknik seperti Deep Packet Inspection (DPI), metode ini mengorbankan privasi. AI QoS tidak hanya lebih cepat daripada teknik invasive seperti DPI, tetapi juga mengatasi hambatan yang tidak bisa dilakukan DPI. Misalnya, teknik DPI tidak dapat mengklasifikasikan lalu lintas web terenkripsi karena paketnya tidak dapat diperiksa. AI QoS, di sisi lain, dapat mengklasifikasikan lalu lintas terenkripsi dengan menganalisis aliran data.
Prioritas Dinamis
Bandwidth yang tersedia untuk jaringan dapat secara dramatis mengubah kondisi QoS yang optimal, dan menjadi fleksibel adalah yang terpenting. Dengan menilai permintaan jaringan secara real-time, algoritme AI QoS dapat merespons fluktuasi dan mengubah pengaturan QoS secara langsung – memungkinkan pengalaman pengguna yang jauh lebih lancar.
Fleksibilitas ini menjadikannya asset bagi jaringan rumah tempat Anda umumnya akan menemukan banyak pengguna menggunakan berbagai aplikasi dan perangkat yang berbeda.
Deteksi Bandwidth Otomatis
Automatic Bandwidth Detection dirancang untuk bekerja bersama-sama dengan Dynamic Prioritization Engine untuk menyeimbangkan dan mendistribusikan bandwidth di semua jenis traffic. Ini menilai bandwidth yang tersedia secara real-time dan menyeimbangkan traffic dengan cara mencegah kemacetan jaringan.
AI QoS vs. Deep Packet Inspection
Meskipun mungkin invasive, Deep Packet Inspection (DPI) tetap menjadi salah satu teknik QoS paling efektif di dunia. Teknik ini melibatkan pemeriksaan setiap paket tunggal (unit data kecil) yang bergerak melalui router untuk mengidentifikasi aplikasi dan jenis traffic.
Keakuratan yang ditawarkan DPI dalam mengidentifikasi tujuan dari sebuah paket membuatnya hampir sempurna. Namun, ia datang dengan serangkaian kekurangannya sendiri.
Contohnya, ia tidak dapat mengklasifikasikan traffic web terenkripsi!
Karena DPI perlu, ‘memeriksa’ setiap paket, dan lalu lintas terenkripsi tidak dapat dibaca oleh siapa pun kecuali penerima yang dituju, tidak banyak yang dapat dilakukan DPI.
Itulah mengapa fitur AI QoS menawarkan keunggulan yang signifikan dibandingkan QoS berbasis Deep Packet Inspection. Hal ini tergantung dari aliran data dan perilaku jaringan untuk mendeteksi aplikasi dan jenis traffic, daripada data yang terkandung dalam paket.
Mari kita lihat sekilas perbandingannya:
AI QoS
Deep Packet Inspection
Classify Encrypted Traffic
(SSL, HTTPS, etc.)
Yes
No
Mengumpulkan data tentang Anda
No
Yes
Future and Current Compatibility
Tidak Terbatas.
Memprediksi berdasarkan faktor seperti perilaku aliran data
Terbatas.
Hanya dapat menangani aplikasi yang didaftarkan ke database-nya
CPU Usage
Lightweight
Heavy
Kesimpulan
Saat digital landscape berubah dan berkembang di sekitar kita, teknik QoS tradisional berjuang untuk menjaga ketertiban di jaringan Anda. Hal ini harus memenuhi tuntutan bandwidth tinggi dari koneksi internet modern (streaming 4K, download game besar-besaran, dll.) serta menyulap banyak perangkat di jaringan. AI QoS MSI menggunakan model dan algoritme AI yang inovatif untuk mengelola pengaturan jaringan modern secara efektif tanpa kesulitan. Sehingga dapat mengurangi latensi tinggi dalam game multiplayer online, menghilangkan buffering saat streaming, dan memberi Anda akses ke pengalaman koneksi yang jauh lebih mulus!