Apakah Anda pernah mengerjakan sesuatu yang penting, lalu terhambat karena masalah pada monitor? Hal tersebut bisa disebabkan oleh permasalahan sekecil satu dead pixel yang sekali terlihat, tidak bisa diabaikan.
Monitor dapat membuat Anda pusing ketika mulai bermasalah. Mulai dari masalah kecil seperti satu stuck pixel hingga yang lebih terlihat seperti screen flickering atau color distortions, masalahnya dapat beragam, mulai dari yang sedikit mengganggu hingga benar-benar mengganggu.
Masalah Monitor Paling Umum dan Cara Memperbaikinya
Kebanyakan dari permasalahan monitor dapat diperbaiki dengan troubleshooting sederhana. Mari lihat beberapa dan cari tahu apakah terdapat perbaikan yang mudah atau Anda perlu menghubungi toko untuk bantuan.
Masalah #1: No Display Setelah Memasang Monitor
Salah satu komplain monitor yang paling banyak adalah karena tidak adanya output display setelah semuanya terpasang dengan benar. Jadi, sebelum Anda troubleshoot, Anda perlu melihat beberapa hal dan ikuti langkah troubleshooting dengan benar.
No Display: Tidak ada Power ke Monitor
Apabila Anda melihat bahwa monitor Anda belum menyala. Contohnya, Anda tidak melihat LED power menyala dan menekan tombol power tidak berpengaruh apa-apa – masalah Anda terletak pada power ke monitor.
- Pertama, lihat apabila kabel power terhubung ke outlet monitor dan power. Ketika sudah terlihat bahwa keduanya aman DAN outlet power telah ON. Cek monitor Anda kembali. Jika menyala (bahkan apabila desktop Anda belum muncul), maka monitor Anda telah menyala.
- Namun, apabila monitor Anda tidak merespon, cek adaptor monitor Anda. Beberapa model monitor memiliki power adaptor dengan kabel detachable yang dapat kendor. Kencangkan dan cek monitor Anda kembali.
- Apabila semua langkah diatas tidak dapat berfungsi, opsi terakhir adalah periksa dengan menghubungkan monitor Anda ke outlet power lainnya. Apabila masih tidak ada power ke monitor, kontak customer service untuk bantuan lebih lanjut.
No Display: Monitor dan PC Sudah Menyala
Apabila monitor Anda menyala, tapi tidak ada display output, kemungkinan besar masalah ini dikarenakan koneksi atau PC.
Ingat bahwa, ‘no display output’ disini berarti TIDAK ADA yang muncul pada monitor kecuali menu, logo produsen, dll. Langkah di bawah tidak akan membantu apabila Anda sudah masuk pada BIOS flash screen atau logo Windows sebelum menjadi layar hitam.
- Periksa kabel HDMI / Display Port / USB Type-C yang Anda colok ke monitor dan pastikan terhubung dengan baik.
- Apabila kabel yang terhubung sudah aman di kedua ujungnya, buka menu OSD pada monitor (merujuk pada manual monitor). Seharusnya ada opsi untuk memilih input secara manual. Disini, pilih port yang telah Anda hubungkan (biasanya HDMI atau Display Port).
- Apabila hal tersebut belum juga berhasil, double check bahwa PC Anda sudah menyala.
- Cara paling mudah untuk troubleshoot adalah untuk menghubungkan PC Anda ke monitor cadangan menggunakan kabel yang sama. Sekarang, apabila Anda gagal untuk mendapatkan output display pada monitor lainnya juga, hal tersebut bisa diakibatkan oleh masalah pada kabel atau PC.
- Tukar kabel dengan kabel lain yang memiliki kualitas yang lebih baik untuk memastikan.
- Namun, apabila Anda tidak memiliki monitor cadangan untuk pengujian atau menukar kabel juga tidak berpengaruh, mungkin Anda perlu membongkar internal PC dan menghubungkan ulang beberapa komponen. Jika Anda memerlukan bantuan, waktunya untuk menghubungi customer service.
Catatan: Apabila Anda mengerti hardware PC, berikut adalah tips nya – hampir selalu karena RAM. Pastikan Anda mencabut memory module dan memasangnya kembali dengan benar.
Masalah #2: Flickering Display
Apabila output display Anda terus flickering, hal tersebut bisa dikarenakan kabel, kartu grafis, atau monitor yang rusak. Salah satu cara paling mudah adalah untuk troubleshoot satu per satu dari kemungkinan yang ada.
Pertama, ganti kabel Anda dengan yang lain. Jika hal tersebut tidak memperbaiki masalah flickering monitor Anda, hubungkan dengan perangkat lainnya (PC/laptop/console). Apabila flicker Anda sudah mulai teratasi, kemungkinan besar masalahnya berasal dari GPU. Apabila belum benar, saatnya untuk menghubungi customer support!
Masalah #3: Blurry, Faded, atau Distorted Images
Monitor yang menampilkan gambar blur, pudar, atau terdistorsi bisa jadi sulit untuk dipecahkan.
Pertama-tama, pastikan monitor Anda sudah berada di resolusi native pada Windows atau MacOS (Anda akan menemukannya di manual monitor atau product page). Apabila sudah berada di resolusi yang tepat, saatnya untuk membuka menu OSD monitor Anda dan memulai factory reset.
Contoh diatas yaitu Monitor Gaming MSI MPG 321URX QD OLED, Anda dapat melihat bahwa menu memiliki opsi factory reset. Setelah Anda reset monitor Anda ke pengaturan default, masalah mungkin akan terselesaikan.
Namun, jika layar masih terlihat terdistorsi atau buram, hubungkan perangkat lain dan coba mereplikasi masalah tersebut (kami sarankan menggunakan kabel yang berbeda juga). Jika distorsi atau keburaman masih berlanjut, hal tersebut mungkin karena terdapat masalah monitor, hubungi customer support untuk detail lebih lanjut.
Masalah #4: Dead atau Stuck Pixels
Dead pixel atau stuck pixel dapat terlihat mirip, mereka terlihat mencolok apabila terlihat pada monitor. Walaupun dead pixel tidak dapat diperbaiki, stuck pixel dapat diperbaiki dengan mudah.
Pertama, mari lihat bagaimana bentuk stuck pixel vs dead pixel:
Untuk memperbaiki masalah ini, perlu menampilkan serangkaian piksel merah, hijau, dan biru di dekat piksel yang rusak untuk melihat apakah bisa memancing piksel yang rusak agar kembali bekerja dengan baik. Alat umum yang digunakan untuk tujuan ini yaitu JScreenFix (
https://www.jscreenfix.com/). Ikuti instruksi pada website.
Apabila pikselnya masih menyangkut, Anda bisa menggunakan solusi lain - seperti memijat layar.
Jika Anda memiliki benda dengan ujung yang lembut, seperti pensil dengan penghapus di atasnya, Anda dapat menggunakan bagian atas pensil untuk memijat area tersebut dengan ringan saat JScreenFix sedang berjalan. Meskipun begitu, sebelum Anda melakukan cara ini, harap dicatat bahwa setiap kekuatan yang berlebihan atau menggunakan cara yang salah akan merusak monitor Anda secara permanen. Jadi, berhati-hatilah, dan Anda mungkin tidak ingin mengambil risiko jika monitor Anda masih berada dalam masa garansi.